Turut Berduka Cita

5 10 2009

Manajamen dan Segenap Karyawan Kajima-PP J.O mengucapakan duka yang mendalam atas musibah gempa di Sumatera Barat.

Semoga amal ibadah para korban diterima di Sisi Tuhan dan keluarga serta kerabat yang ditinggalkan tetap diberi ketabahan.

Kenichi Nakajima

Deputy Project Manager





Selamat Hari Raya Idul Fitri

18 09 2009

Spanduk Idul Fitri





Pesta Sehari di Milad Ri

3 09 2009

DSC_1482

Ibu-ibu peserta Balap Karung sedang bersiap-siap melakukan start.

“Satu, dua, tiga, go….”teriak Masnur, panitia lomba. Seketika itu pula, Wilda dan lima ibu-ibu lainnya segera berlari menyusuri lintasan. Namun gerak mereka tak leluasa. Pasalnya, tubuh mereka tersarungi karung goni. Dua tiga ibu terjatuh di tengah lomba karena kurang cakap menyeimbangkan tubuh. Tak pelak kejadian ini mengocok perut  para penonton. Akhirnya,  setelah berpeluh dan sempat terjatuh satu kali, ibu Wilda mencapai garis finish lebih dulu.  Ia pun mendapat elukan dari sang suami dan supporter lain yang sedari tadi menyemangati.  Hari itu, Wilda berhasil menjuarai lomba balap karung antar ibu-ibu se-Karebbe.

Tak hanya Balap Karung, lomba-lomba lain juga digelar hari itu, Senin, 17 Agustus 2009. Seperti Paku Botol, Lari Kelereng, Bakiak, dan lainnya. Lomba-lomba ini diadakan oleh Kajima-PP J.O (KPP)  untuk memeriahkan Milad RI yang ke-64.  Agak berbeda dari tahun lalu, peringatan kali ini tak diadakan di kompleks hunian karyawan dan tak hanya dikuti oleh karyawan saja. Acara kali ini dipusatkan di tempat umum, Lapangan Sepak bola Karebbe. Menurut A. Ekky Pallawa, Chief External Relation KPP, ini dilakukan agar perayaan dapat pula diikuti oleh warga sekitar. Maksud ini sepertinya tercapai. Hari itu, ratusan warga Karebbe dan dari desa-desa tetangga bahkan dari ibukota kabupaten Luwu Timur tumpah ruah memadati Lapangan Karebbe.

Perayaan dimulai pukul 12 siang, beberapa saat setelah upacara peringatan detik-detik proklamasi usai. Sebelum lomba digelar, acara dibuka dengan lantunan musik organ tunggal dengan iringan lagu beberapa artis lokal. Karyawan yang datang pun tak mau kalah. Mereka turut menyumbang satu dua buah lagu. Meski beberapa lagu yang dipersembahkan seperti Isabella dan aneka dendang Melayu lainnya terasa kurang pas dengan tema acara, iringan musik ini mampu menjadi penyejuk di tengah panas matahari yang cukup menyengat siang itu.

DSC_1396

Para pemain Sepak Bola Buta sedang kebingungan mencari bola

Lomba pun digelar.  Khusus untuk  Lari Kelereng dan Paku Botol hanya diperuntukkan buat anak-anak. Mappeasse, Carpenter yang menjadi koordinator kedua lomba tampak kewalahan mendata peserta. Segera setelah pendaftaran dibuka, ia langsung diserbu puluhan anak-anak karyawan dan warga. Di tempat terpisah, Gede dan Dedi, Staf Logistic sibuk mendaftarkan  peserta yang akan mengikuti Lomba Bakiak, Sepakbola Corong dan Volly Buta. Ketiga lomba dimainkan secara berkelompok. Karyawan yang mendaftar kebanyakan membuat regu berdasarkan departemennya masing-masing. Ada tim Survey, Transport, Logistik dan lainnya. Sedangkan untuk Balap Karung diperlombakan secara perorangan dengan dua kategori, perempuan dan  laki-laki.

Lomba-lomba ini dimainkan secara serentak. Penonton pun menyebar  menyemuti tiap lomba yang dipertandingkan. Masing-masing lomba punya keunikan tersendiri. Volley Buta misalnya. Berbeda dengan Volley biasa, net pada lomba ini ditutupi dengan terpal. Akibatnya, regu yang bertanding tak saling melihat dan tak bisa mengantisipasi pergerakan musuh. Karenanya tiap regu harus selalu waspada dan memperhatikan bola karena tiba-tiba saja bisa jatuh dan menyeberang ke daerahnya.  Lain lagi dengan Sepakbola Corong. Semua muka pemain ditutupi dengan penutup wajah berbentuk corong dengan lubang kecil di ujungnya. Alhasil jarak pandang dan pengamatan jadi terbatas. Semua pemain pun tampak kebingungan mencari bola yang mesti dimasukkan ke gawang. Hal ini mengundang sorak dan tawa penonton.

DSC_0161

Peserta Lomba Bakiak tampak kesulitan melewati rintangan tali.

Di pertengahan lomba, panitia tiba-tiba mengumumkan pembagian paket-paket jajanan gratis kepada penonton. Isi tiap paket  beraneka macam, ada  teh kotak, kue, snack dan permen. Beberapa detik setelah pengumuman, tenda panitia langsung diserbu massa. Mungkin sudah jamak dan telah menjadi laku umum masyarakat Indonesia- selalu ingin terdepan jika ada yang gratisan- pembagian jajanan akhirnya jadi kacau. Panitia kewalahan karena pengunjung tak mau antri dan saling berebutan. Untunglah, keadaan kemudian bisa ditenangkan. Solusinya, panitia membuat jalur khusus dan tangan pengunjung yang telah mendapat paket dicap dengan stempel khusus. Penonton pun bisa antri, dan pembagian dobble bisa dikurangi. Suasana akhirnya kembali tenang dan semua penonton tampak senang karena semuanya bisa kebagian.

Menjelang magrib pertandingan pun berakhir. Setelah menang beberapa putaran dan berhasil menyisihkan regu-regu lainnya, Survey Team keluar sebagai juara Volley Buta, Fuel Team sebagai pemenang Sepak Bola Buta dan Transport Crew juara Bakiak. Penyerahan hadiah dilakukan di panggung utama oleh H Trisna, Superintendent Construction,       M. Imran, Manager Administration  dan Staf Manajemen KPP lainnya.

Perusahaan juga membagikan Doorprize kepada pengunjung dan warga. Pemberian ini sebagai ungkapan terima kasih perusahaan kepada warga sekitar. Pemberian doorprize  dilakukan dengan pengundian nomor mirip arisan. Pengunjung tinggal mencocokan nomor yang keluar dengan kupon doorprize yang mereka dapatkan di paket-paket jajanan yang telah dibagikan. Doorprize-dorprize yang diberikan  cukup menarik, seperti  TV, Tape,  HP, Rice Cooker dan berbagai perlengkapan rumah tangga lainnya.

DSC_1638

H. Trisna, Superintendent Construction Kajima-PP J.O sedang menyerahkan Doorprize yang dimenangkan oleh salah seorang warga,

Ba’dah magrib semua rangkaian acara berakhir. Tugas selanjutnya adalah membersihkan lapangan dari sampah-sampah yang menumpuk dan mengembalikan barang-barang warga yang dipinjam saat acara. Hendro Rudiyanto, ketua panitia, tampak kebingungan karena sebagian besar panitia telah melarikan diri dan pulang ke rumah masing-masing. Untunglah dibantu dengan beberapa panitia yang masih tersisa, Site Engineering  ini melaksanakan tugas akhir tersebut dengan dedikasi tinggi dan penuh tanggungjawab. Tetap Semangat pak, Merdeka…





Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

31 08 2009

Spanduk





Buruan Check Clock sebelum di Lock

3 07 2009
2

Salah seorang karyawan tengah memasukkan kartu ke Mesin Check Clock. (Diperagakan oleh Model)

Tak seperti biasanya, subuh menjelang pagi, Ferry telah bersiap-siap berangkat kerja. Setelah mandi, sarapan dan berkemas ia segera menuju ke tempat penjemputan karyawan. Disana, bus karyawan Wawondula telah menunggu. Tepat pukul 06.10 pagi, bus ini langsung berangkat menuju Karebbe, lokasi proyek dam.

Beberapa menit sebelum pukul 07.00 pagi, Bus telah sampai ke lokasi. Ferry dan ratusan karyawan lainnya segera bergegas ke tempat Check Clock.”Masih ada waktu 10 menit lagi,”pikirnya. Di tempat Check Clock (Mesin Absensi) itu, ia berebut antri dengan karyawan lain memasukkan Kartu ke mesin Check Clock. Ia pun tersenyum puas, cetakan jam dan menit di kartunya berwarna hitam. ”Syukurlah, tak merah lagi,” katanya dalam hati. Ini pertanda, hari itu ia on time masuk kerja.

Tak hanya Ferry, mulai bulan ini karyawan-karyawan yang biasanya datang terlambat mesti bangun lebih awal lagi. Pasalnya, absensi karyawan tak lagi dilakukan secara manual, ditandatangani sendiri lalu diparaf oleh supervisor (pengawas). Sebagai penggantinya, digunakan sistem Check Clock.

1

Beberapa karyawati Kajima masih sempat bergaya sebelum Check Clock.

Dalam sistem Check Clock, karyawan diberikan kartu Check Clock yang disesuaikan dengan ID Badge (Nomor Karyawan)-nya masing-masing. Kartu ini harus dimasukkan ke mesin Check Clock setiap kali karyawan masuk dan pulang dari lokasi kerja. Mesin ini kemudian mencetak dengan tepat Jam Menit masuk dan pulang karyawan.

Di akhir bulan, semua Kartu ini kemudian dikumpulkan ke Bagian Accounting. Jam kerja yang tertera di kartu akan dihitung untuk dikalikan dengan upah per jam masing-masing karyawan. Perselisihan dalam perhitungan upah yang biasanya terjadi antara Accounting dan Karyawan dapat diminimlisir karena pengisian jam tak lagi dilakukan secara manual. Dengan Check Clock, karyawan yang biasanya tak mematuhi jam kerja bisa lebih disiplin. Mesin Check Clock telah di-setting sedemikian rupa. Print-nan Jam Menit di kartu Check Clock akan berwarna hitam jika kartu yang dimasukkan sesuai dengan jam masuk-pulang yang ditentukan dan akan berwarna merah jika tak sesuai dengan aturan. Nah, karyawan yang memiliki banyak merah di kartunya tentu akan mendapat teguran dari Bagian HRD.

Sebelum diterapkan, sistem Check Clock terlebih dahulu di ujicoba selama sebulan di Main  Office. Hasilnya, kedisiplinan kerja tampak lebih baik. Mulai bulan Juli ini, sistem Check Clock diterapkan serentak untuk semua karyawan. Untuk pelaksanaannya, sebanyak 10 buah Mesin Check Clock disediakan untuk meng-handle sekitar 600-an  karyawan. Mesin ini dipasang di tiap section (area kerja), seperti Dam, Fabrication Shop (Tempatpengelasan dan pengolahan Kayu), Transport Office, dan lainnya.

Selain mesin-mesin, 13 orang Time Keeper (Petugas Pencatat Jam Kerja) juga disiapkan untuk mengoperasikan dan menjaga mesin-mesin ini. Time Keeper ini sekaligus mematau jam kerja dan jam lembur serta berkoordinasi dengan pihak Catering untuk penyediaan makanan buat karyawan.

Walaupun Sistem Check Clock telah diterapkan, sistem manual atau absensi dengan tanda tangan (Time Sheet) belum ditinggalkan sepenuhnya. M. Imran, Manager Administrasion and Finance menuturkan, sekarang ini Time Sheet masih diberlakukan bersamaan dengan Check Clock. “Kita lihat sebulan sampai dua bulan kedepan. Jika Check Clock telah berjalan efektif, Time Sheet bisa kita tinggalkan.” Dengan sistem baru ini, kekeliruan dalam perhitungan upah diharapkan tak ada lagi dan produktifitas serta kedisiplinan karyawan bisa lebih baik.





Drafter (Cad Operator)

10 06 2009

Dibutuhkan S1 Teknik Sipil (Fresh Graduate) untuk Posisi Drafter (Cad Operator)

Diutamakan berasal dari daerah pemberdayaan PT. Inco, Tbk  (Malili, Towuti, Nuha, Wasuponda)

Lamaran dapat dikirimkan ke Bagian HRD/Exrel  Kajima-PP J.O, Karebbe Site, Desa Laskap, Kecamatan Malili

Selambat-lambatnya 1 minggu sejak pengumuman ini dikeluarkan

HRD

Dwi Nugroho





Pasanglah Peranca dengan Aman

2 06 2009
Peranca4

Peserta pelatihan tengah menyusun pipa-pipa Scaffolding.

“No…, no…, don’t do it like that, but like this. Yach…  that’s right,  Good…, Good…,” seru  Khusi Man Thapa. Beginilah kesibukan instruktur  asal Hongkong ini, Jumat 29 Mei 2009. Selama seharian ia melatih puluhan karyawan Kajima-PP. J.O teknik memasang Scaffolding (Peranca) dengan benar. Khusi dikirim langsung oleh International Formwork and Scaffolding PTE, LTD, sebuah perusahaan Scaffolding asal Australia, yang memasok peranca untuk Proyek Dam Karebbe.

Pelatihan Pamasangan Peranca ini diadakan di lapangan tempat penyimpanan material, di samping laboratorium. Selain para Scaffolder (Pemasang Peranca), kegiatan ini diikuti pula oleh beberapa Rigger (Pengikat Tali Tambang) dan Helper. Pelatihan dimaksudkan untuk melatih karyawan cara memasang peranca dengan baik dan aman. Hal ini dilakukan karena pemasangan peranca yang keliru dapat membahayakan keselamatan pekerja.

Peranca2

Pekerja diwajibkan memakai Full Body Hairnes jika pipa Scaffolding yang disusun sudah di atas ketinggian 1,8 Meter.

Scaffolding adalah alat bantu dalam pengerjaan kontruksi. Alat ini digunakan sebagai tumpuan para pekerja untuk bekerja di tempat-tempat tinggi. Scaffolding terbuat dari pipa-pipa yang disusun sedemikian rupa sehingga mempunyai kekuatan untuk menopang beban yang ada di atasnya. Scaffolding dipakai sebagai pengganti kayu atau bambu yang biasanya dipakai untuk pekerjaan kontruksi bangunan-bangunan tinggi. Scaffolding memiliki beberapa kelebihan. Pertama, lebih praktis karena lebih mudah dipasang dan dibongkar. Kedua, alat ini lebih ramah lingkungan karena tak lagi memakai kayu dan bambu sehingga melestarikan hutan. Kelebihan lainnya, peranca dapat dipakai berulang-ulang kali.

Dalam pelatihan ini para peserta mengikuti penjelasan teori dan praktek lapangan. Teori-teori yang diajarkan antara lain, pengenalan bagian-bagian Scaffolding, urutan dan teknik pemasangannya, jenis-jenis alat pelindung diri ketika melakukan pemasangan,  sikap badan dan lainnya. Setelah penjelasan teori, para peserta langsung melakukan praktek menyusun Scaffolding dengan pengawasan Khusi Man Thapa.








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.